Akhir bulan saat no money no money but u
Ini bukan tentang sebuah novel yang sangat
mengharu biru , yang begitu pedih yang membuat terberai-berai air mata,hingga
membuat seseorang sampai menangis ….di toko buku hanya karena membaca
sinopsisnya. Bukan itu…sama sekali bukan.
Ini hanyalah sebuah perang…batin yang
terjadi dalam diri seseorang yang memiliki hasrat untuk membeli sebuah, dua
buah , tiga buah buku, namun tidak punya uang. Ini hanyalah sebuah pilihan :
membeli buku atau menabung untuk sebuah hal jangka panjang yang setengah mati diidam-idamkannya.
Itu pilihan yang sulit , sulit sekali
sehingga rasa-rasa ingin menangis di toko buku atau di angkot menuju rumah,
atau di depan kipas angin patah yang menderu –deru.
Kedengarannya sama sekali tidak penting,
tapi itu adalah pilihan Pilihan tetaplah sebuah pilihan yang harus dipilih ,
terlepas dari penting atau tidaknya pilihan tersebut. Kehidupan selalu
menghadirkan pilihan –pilihan yang harus dipilih. Mulai dari pilihan sederhana
seperti tali sepatu biru atau hijau kah hari ini, tugas kimia organic atau
kimia analitik, hot lemon tea atau cool lemon tea, ke pantai atau ke puncak, sate
atau martabak mesir,film kartun atau komik. Atau pilihan-pilihan sulit yang
menyangkut dengan kelangsungan hidup diatas bumi.
Kenapa selalu ada pilihan? Kenapa kita
harus memilih ? Pernahkah mendengar kehidupan bahwa hari ini adalah hasil
pilihan di masa lalu, dan pilihan hari ini menentukan kehidupan dimasa yang
akan datang.
Karena hidup adalah pilihan hadapilah
pilihan dengan bijaksana, karena kita tidak akan pernah bisa meralat pilihan
yang telah kita buat dengan mudah.Meski pilihan tidaklah selalu menyenangkan
janganlah terlalu takut dan pengecut
untuk memilih apapun.Belajarlah memilih..
Mungkin
untuk hari ini tidak apa-apa menangis di toko buku……